Kamis, 01 Oktober 2009

PROPOSAL PTK - KU

A. JUDUL

Meningkatkan Kemampuan Menulis Kalimat Verbal Melalui “SVC Boxes” pada Siswa Kelas 7G SMP N 2 Jepara Tahun Pelajaran 2009/ 2010

B. BIDANG ILMU

Pendidikan Bahasa Inggris

C. LATAR BELAKANG MASALAH

Bahasa Inggris yang telah kita ketahui sebagai bahasa Internasional memiliki peran penting dalam setiap aspek kehidupan. Bahasa ini digunakan sebagai alat untuk mentransfer ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dan sebagainya. Ia juga berperan penting dalam perkembangan intelektual, sosial dan emosional siswa didik kita. Untuk itulah bahasa Inggris diajarkan di Negara kita mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak sampai Perguruan Tinggi, dengan harapan nantinya Negara kita akan mampu bersaing dengan Negara lain bahkan sejajar dengan mereka dalam penguasaan teknologi dan ilmu pengetahuan.

Walaupun para siswa telah menyadari akan pentingnya penguasaan bahasa ini, pada kenyataannya, masih banyak dari mereka yang beranggapan bahwa bahasa Inggris adalah sebuah bahasa yang sulit dikuasai. Bahkan sebagian dari mereka memberi julukan “monster” pada pelajaran ini. Tentu saja hal ini memberi pengaruh pada sikap dan partisipasi mereka dalam proses pembelajaran. Bahkan jarang kita temui mereka tersenyum bahkan tertawa selama proses pembelajaran. Mereka banyak diam dan menjadi pendengar yang baik akibatnya tugas yang diberikan kepada mereka jauh dari harapan.

Siapakah yang patut kita salahkan dengan kondisi tersebut di atas?

Jawabannya adalah mungkin gurulah yang kurang mampu mengembangkan kreativitas dalam proses pembelajaran, dengan kata lain penyampaian materi hanya menggunakan cara monoton atau kurang bervareasi. Padahal seorang guru akan mampu mengajar efektif jika ia mau dan mampu mengembangkan kreatifitas dalam proses pembelajaran. Dalam hal ini guru tidak terpaku pada sebuah gaya mengajar tertentu, tetapi berusaha mengembangkan gaya khas sendiri yang unik yang dianggap paling efektif olehnya dan terus berusaha memodifikasinya. Dengan demikian seorang guru harus mempunyai jiwa inovatif yang menonjol serta selalu melalukan refleksi diri. Sehingga ia akan selalu melakukan evaluasi terhadap setiap langkah pembelajaran yang dilakukannya. Berdasarkan evaluasi tersebut ia akan berusaha mencari cara-cara inovatif dalam upaya meningkatkan penampilan diri yang lebih efektif (Joyoatmojo:2008).

Guru bahasa Inggris juga hendaknya memiliki ketrampilan dan wawasan untuk mengembangkan kreativitas dalam penyampaian keempat aspek/ skill yang harus dikuasa anak, yaitu: mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Sebagaimana yang tercantum pada panduan pembelajaran Bahasa Inggris SMP-SBI, ada sebuah prinsip yang harus kita perhatikan, yaitu: belajar efektif tanpa tekanan. Ini berarti proses pembelajaran hendaknya menyenangkan, interaktif, menantang dan memotivasi siswa untuk berperan aktif dalam proses pembelajaran. Sehingga siswa akan memiliki ruang yang cukup untuk berkreasi sesuai dengan bakat dan minat mereka.

Menurut pengamatan penulis selama mengampu mata pelajaran Bahasa Inggris di SMP, dapat diambil kesimpulan bahwa siswa kelas 7 masih memiliki banyak kelemahan dalam penguasaan aspek menulis (writing). Hal ini disebabkan karena minimnya kosakata maupun pengetahuan tata bahasa mereka. Masalah ini menjadi semakin kompleks ketika mereka harus memahami suatu konsep bahasa dengan cara yang konvensional (monoton). Suasana belajar menjadi kurang menyenangkan sehingga hasil belajar siswa juga kurang maksimal.

Untuk itulah pada kesempatan ini, penulis ingin melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berkaitan dengan pembelajaran bahasa Inggris di tingkat SMP, terutama pada aspek menulis. Penulis ingin melihat apakah aka nada peningkatan kemampuan menulis kalimat verbal sederhana setelah pembelajaran menggunakan “SVC Boxes”. Penulis beranggapan bahwa siswa kelas 7 harus dibekali pengetahuan dasar tentang tata bahasa Inggris yang baik agar nantinya siswa tidak akan mengalami kesulitan lagi dalam penguasaan bahasa ini.

Penulis beranggapan bahwa dengan menggunakan alat peraga yang menarik dan suasana yang menyenangkan, siswa akan lebih mudah mentransfer pengetahuan mereka dan akhirnya dapat mengaplikasikan pada kehidupan sehari-hari yaitu mampu berkomunikasi dengan lingkungan sekitar.

D. RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang serta identifikasi masalah yang telah diuraikan di atas dapat dirumuskan rumusan masalah yang dapat dijadikan sebagai acuan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Apakah pembelajaran dengan menggunakan “SVC Boxes” mampu meningkatkan kemampuan menulis kalimat verbal siswa kelas 7G SMP N 2 Jepara?

E. TUJUAN PENELITIAN

Sesuai dengan latar belakang, identifikasi masalah dan rumusan masalah di atas, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkap hal sebagai berikut:

Mengetahui tingkat keberhasilan penggunaan “SVC Boxes” dalam peningkatan kemampuan menulis kalimat verbal.

F. MANFAAT PENELITIAN

Apabila hipotesis dalam penelitian ini benar, penelitian ini diharapkan bermanfaat bagi dunia pendidikan, khususnya pada proses belajar-mengajar aspek menulis. Manfaat tersebut adalah sebagai berikut:

1. Bagi Siswa, akan memperoleh pengalaman belajar menulis kalimat verbal sederhana yang lebih menarik dan menyenangkan yang akhirnya akan mampu meningkatkan kemampuan menulis mereka.

2. Bagi Guru, untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun rancangan pembelajaran, melaksanakan proses belajar mengajar yang lebih inovatif, kreatif dan mengevaluasi proses pembelajaran agar memperoleh hasil yang diharapkan.

3. Bagi penyelenggara pendidikan/praktisi pendidikan, temuan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan kajian.

4. Bagi masyarakat, dapat menambah wawasan pengetahuan tentang perkembangan dunia pendidikan saat ini.

G. KAJIAN PUSTAKA

1. LANDASAN TEORI

a. Pentingnya meningkatkan kemampuan menulis (writing)

Menurut Welter T. Petty and Julie M. Jensen (1980:6) “Writing is sometimes referred as “composition”, but this term ignores the element of composition in speech. We must compose all discourse; that is we must put ideas and information together in a coherent and appealing manner in order to communicate. People compose sentences as well as paragraphs and written or spoken language of greater length”. Ini berarti bahwa istilah menulis kadang – kadang mengacu pada komposisi, tetapi terkadang tidak memperhatikan unsure – unsure pada komposisi berbicara. Dimana kita harus memadukan wacana; yaitu kita harus memadukan ide atau gagasan dan informasi bersama-sama secara koheren dengan tujuan untuk berkomunikasi.

Sebelum manusia menciptakan sistem tulis menulis, mereka berinteraksi secara lisan. Untuk itu ada sebagian orang yang berpendapat language is primary spoken: bahasa pada dasarnya adalah lisan. Seiring perkembanngan zaman, kebutuhan komunikasi juga ikut berkembang. Manusia mulai berkomunikasi untuk melakukan bisnis dan perlu mencatat sebab untuk mengingat banyak hal tidaklah mudah. Akhirnya, manusia mulai memikirkan bagaimana cara membantu ingatan mereka dengan menciptakan sistem tanda-tanda. Komunikasi dengan bantuan symbol huruf mulai diperlukan karena dengan demikian kita akan tetap mampu berkomunikasi walaupun tidak berhadap-hadapan (face to face).

Eggins dalam Agustien et al (2004:37) menyatakan bahwa bahasa lisan berbeda dengan bahasa tulis. Perbedaan tersebut dapat dilihat pada table di bawah ini.

Spoken and Written Language:

The Linguistic implications of MODE

Spoken Language Written Language

· Turn taking organization

· Context dependent

· Dynamic structure (interactive staging; open ended)

· Spontaneity phenomena (hesitations, interruptions; incomplete clauses)

· Non standard grammar

· Monologic organization

· Context independent

· Synoptic structure (rhetorical staging; losed; finite)

· “final draft” (polished: indications of earlier draft removed.

· Standard Grammar

Tabel di atas berisi ‘big words’ yang untuk memahaminya kita perlu membuka kamus bahasa Inggris. Akan tetapi sebenarnya konsep yang terkandung di dalamnya cukup sederhana, yang tidak sederhana, barangkali, adalah implikasinya dalam pengajaran bahasa. Dan yang perlu selalu kita ingat bahwa siswa kita memerlukan waktu untuk memasuki dunia tulis, dan dunia ini tidak akan mampu dimasuki jika mereka belum menguasai atau berpengalaman dalam dunia lisan. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa tugas kita sebagai guru bahasa adalah membawa siswa dari dunia lisan ke dunia tulis secara bertahap dan sistematis dengan penuh kesadaran bahwa menulis bukanlah pembicaran yang tertulis (writing is not speech written down). Untuk itulah maka guru perlu memiliki ketrampilan komunikatif yang memadai baik ketrampilan lisan maupun tulis.

b. Kalimat Verbal

Yang dimaksud kalimat verbal di sini adalah kalimat yang mengandung unsur kata kerja (Verb). Karena di kelas 7 semester pertama, siswa baru dikenalkan pada dua buah teks, yaitu deskripsi dan prosedur, maka pada penelitian ini penulis membatasi pembahasan pada kalimat verbal present, yaitu kalimat dengan verb 1 (tanpa s) dan verb 1 (dengan s, es).

Pola kalimat yang digunakan adalah sebagai berikut:

Subject + Verb1 (s, es) + C

Note: Yang dimaksud V1 adalah present verb, istilah ini biasanya digunakan guru di Indonesia untuk mempermudah dalam menjelaskan materi ajar ke siswa.

c. Pengertian “S V C Boxes”

Dalam hal ini penulis mengartikan “S V C Boxes” sebagai 3 kotak yang di dalamnya berisi kertas bertuliskan kata-kata. Kata-kata tersebut dikelompokkan sesuai fungsinya dalam kalimat. Subjek dikelompokkan dalam kotak S, kata kerja dikelompokkan pada kotak V dan pelengkap di kelompokkan pada kotak C.

Yang dimaksud subjek di sini adalah tidak hanya personal pronoun ( I, you, we, they, he, she it), tapi juga kata ganti orang/ benda misalnya mother, friends, my dogs, the library, dan sebagainya.

Sedangkan kata kerja yang digunakan adalah verb1 tanpa tambahan (s, es) maupun verb 1 dengan tambahan (s, es). Untuk subjek tunggal (he, she, it) kata kerja yang digunakan adalah verb 1 dengan (s,es), sedangkan verb 1 tanpa tambahan (s, es) dipakai untuk subjek jamak (I, you, we, they).

Pelengkap (complement) memegang peranan penting dalam kalimat. Pelengkap dapat berupa objek dan adverb (keterangan), baik keterangan tempat, waktu, cara, dsb. Contoh complement yang digunakan adalah: everyday, in the kitchen, a dog, beautifully, dsb.

2. KERANGKA PIKIR

Kondisi Awal Belum menggunakan Hasil Belajar rendah

SVC Boxes

Tindakan Penggunaan SVC Boxes Siklus 1

Presentasi

dgn personal pronoun Siklus 2

Presentasi kel. Dgn

Kata ganti orang

Kondisi Akhir Tes Uji Kompetensi Hasil Belajar Tinggi

H. METODE PENELITIAN

1. SETTING PENELITIAN

a. Tempat

Penelitian ini akan diadakan di SMP Negeri 2 Jepara, yang berada di Jalan Brigjend Katamso nomor 15 Jepara. Sekolah ini adalah salah satu dari dua RSBI di kabupaten Jepara.

b. Subjek Penelitian

Siswa kelas 7G SMPN 2 Jepara tahun pelajaran 2009/ 2010 .

2. VARIABEL PENELITIAN

Dalam PTK ini penulis ingin mengetahui peningkatan kemampuan menulis kalimat verbal setelah pembelajaran menggunakan “SVC Boxes”, untuk itu ada satu variabel yang diteliti yaitu hasil.

3. PROSES PENELITIAN

a. Perencanaan

Pada tahap perencanaan, dilakukan kegiatan sebagai berikut:

1. Menulis skenario pembelajaran.

2. Mempersiapkan instrument untuk pengumpulan data yang dibutuhkan, yaitu berupa test dan lembar observasi baik untuk siswa maupun untuk guru.

3. Mempersiapkan alat peraga yang dibutuhkan yaitu berupa satu set kotak yang dapat terbuat dari kayu, fiber, karus atau bahan lainnya. Potongan-potongan kata yang ditulis pada kertas tebal atau karton yang tidak mudah kusut agar dapat digunakan secara bergantian.

b. Pelaksanaan Tindakan

Pada tahap awal, sebelum melaksanakan pembelajaran dengan alat bantu “SVC Boxes”, terlebih dahulu penulis menjelaskan tetang pengertian dan ciri-ciri kalimat verbal. Penulis juga memaparkan beberapa contoh kalimat yang dikembangkan dari kegiatan sehari-hari siswa. Penulis memaparkan contoh kalimat sederhana dengan subyek (I, you, we, they, he, she, it ) maupun dengan subyek kata ganti orang (my friend, Maya, her parents, their books, dsb). Setelah itu dilakukan pre-test, yang berupa menulis kalimat verbal sebanyak-banyaknya dari kata-kata yang telah disediakan penulis. Kalimat tersebut harus bermakna dan mempunyai susunan tata bahasa yang benar. Setelah kegiatan tersebut, penulis menganalisa hasil tes untuk mengetahui sejauh mana pemahaman siswa dalam menguasai materi yang telah diberikan tanpa pembelajaran menggunakan metode “SVC Boxes”.

Pertemuan berikutnya, pada siklus I proses penelitian, penulis menjelaskan kepada siswa tentang kegiatan yang akan dilaksanakan. Pada tahap ini, pemahaman para siswa pada proses pembelajaran, sangat menentukan dalam proses keberhasilan penelitian. Setelah memahami kegiatan pembelajaran yang akan dilaksanakan, maka kelas dibagi dalam kelompok-kelompok yang terdiri dari empat siswa. Masing-masing kelompok dibagi satu set kotak yang terdiri dari 3 kotak yang sudah dilabel dengan huruf S, V, dan C yang telah di persiapkan oleh penulis. Setiap kelompok harus menyusun kalimat sebanyak banyaknya dari kata-kata yang telah disediakan penulis di dalam box.

Pada siklus ini, penulis hanya menggunakan subyek personal pronoun (I, you, we, they, he, she, it). Sedangkan verb (kata kerja) yang digunakan dalah V1 tanpa (s,es) dan V1 dengan (s, es). Dalam menyusun kalimat siswa diperbolehkan menyalin potongan kata-kata yang tersusun tersebut pada sebuah buku tulis atau note book. Dalam proses ini, peneliti mendampingi dan memandu mereka. Kegiatan berikutnya adalah, masing masing kelompok mempresentasikan hasil diskusi mereka di depan kelas dengan menggunakan power point. Kelompok lain bertugas sebagai pemberi saran atau pendapat kalau ada pendapat lain dari audience. Pada proses ini pun, peneliti masih terus mendampingi dan memandu mereka sampai proses presentasi berakhir.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan kegiatan individual, yaitu dengan menulis kalimat verbal sebanyak-banyaknya dari kata-kata yang telah disediakan. Siswa menulis kalimat tersebut di buku mereka masing-masing. Hasil kerja siswa pada siklus pertama ini akan direfleksi oleh penulis kemudian akan dilakukan siklus ke dua dengan berbagai perbaikan berdasarkan temuan di lapangan.

Pada siklus II, siswa masih bekerja pada kelompoknya. Dengan rangkaian kegiatan yang sama, siswa harus menyusun kalimat sebanyak-banyaknya tapi dengan subyek kata ganti orang/ benda (selain I, you, we, they, he, she, it). Contoh subyek yang digunakan antara lain: my sister, the lions, Mr. Brown, His girlfriend, dsb. Kemudian siswa harus mempresentasikan hasil kerjanya di depan kelas dan kelompok yang lain dapat memberi masukan serta koreksi terhadap hasil kerja kelompok tersebut. Pada akhir tahap siklus ini, siswa diberikan post-test dengan soal yang sama dengan yang mereka kerjakan pada pre-test.

c. Observasi dan Evaluasi

Pada tahap ini dilakukan pengamatan terhadap tindakan, mencatat hambatan-hambatan yang dijumpai selama proses pembelajaran, motivasi belajar, keaktifan siswa dalam kerja kelompok, dan hasil unjuk kerja yang berupa presentasi dengan power point. Untuk mempermudah pengamatan dan mendapatkan data yang relevan, penulis dibantu oleh seorang kolaborator yang mengajar bidang studi yang sama.

Alat evaluasi yang digunakan pada PTK ini adalah tes tertulis yang diberikan setelah selesai perlakuan pada masing-masing siklus. Jadi siswa akan melaksanakan 3 kali test menulis; pre-test pada sebelum diadakan perlakuan, post test pada siklus I dan post test pada siklus II.

Dalam tes tersebut siswa harus menyusun kalimat sebanyak-banyaknya, tapi harus bermakna dan memiliki susunan tata bahasa yang benar.

d. Refleksi

Data–data yang diperoleh dari test dan observasi tersebut di atas dikumpulkan dan dianalisis dalam tahap ini. Sehingga akan diperoleh kelemahan dan kekurangan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan, sehingga dapat digunakan untuk menentukan tindakan pada siklus berikutnya.

Penelitian ini akan melaksanakan 2 siklus, tapi tidak menutup kemungkinan untuk menambah siklus lagi jika memang diperlukan guna mendapatkan hasil yang benar-benar valid.

4. Data dan Cara Pengumpulan Data

a. Sumber data diperoleh dari siswa, guru dan bantuan kolaborant atau observer.

1. Data dari siswa

Data dari siswa berupa hasil test tertulis dan presentasi kelompok dengan power point.

2. Data dari guru

Data dari guru berupa hasil pengamatan/ observasi selama proses belajar mengajar berlangung.

3. Data dari guru sejawat sebagai observer.

Data dari guru sejawat sebagai observer berupa catatan selama aktor utama melakukan treatment/intervensi terhadap siswa (subjek penelitian).

b. Cara Pengumpulan Data

Cara mengumpulkan data dengan teknik pendokumentasian, observasi, dan pemberian tes/evaluasi. Tes yang dilakukan berupa:

Menyusun kalimat verbal bermakna dengan tata bahasa yang benar dari kata-kata yang telah disediakan.

5. Indikator Keberhasilan

Penelitian ini dikatakan berhasil jika ada peningkatan kemampuan menulis teks deskripsi siswa yang ditunjukkan dengan:

Siswa mampu menyusun kata-kata acak menjadi kalimat bermakna dengan susunan tata bahasa yang benar.

I. JAWAL KEGIATAN

NO.

JENIS KEGIATAN

MEI

JUNI

JULI

AGTS

SEPTM

1.

Persiapan

2.

Siklus 1

3.

Siklus 2

4.

Pelaporan

J. PERSONALIA PENELITI

1. Ketua Peneliti

  1. Nama : Nanik Agustina, S.Pd
  2. Pangkat/ Golongan : Penata Muda Tk.I/ III b
  3. NIP : 197708112005012 013
  4. Jabatan Fungsional : Guru Madya Tk. I
  5. Sekolah : SMP N 2 Jepara
  6. Bidang keahlian : Mengajar Bahasa Inggris
  7. Waktu yang direncanakan : 5 bulan

2. Anggota Peneliti

  1. Nama : Yuli Trisnawan, S.Pd
  2. Pangkat/ Golongan/ NIP : Penata Tk. I/ III c/ 19740703 199903 1 006
  3. Jabatan Fungsional : Guru Dewasa Tk I
  4. Sekolah : SMPN 3 Kembang

K. RENCANA ANGGARAN

Rencana Anggaran Biaya Penelitian

No.

Kegiatan

Jumlah

1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10

Penyusunan Proposal

Pembuatan Instrumen Penelitian ( 5 X Rp. 70.000)

Pengumpulan Data Penelitian (2 X Rp. 125.000)

Analisis Data Penelitian

Pembelian Alat dan Bahan Praktek

Pembelian Alat Tulis Kantor

Transport Konsultasi ( 4 X Rp. 100.000)

Transport Lokal ( 4 X Rp. 50.000)

Penyusunan Laporan

Presentasi Laporan

Rp. 350.000

Rp. 350.000

RP. 250.000

Rp. 250.000

Rp. 750.000

Rp. 250.000

Rp. 400.000

Rp. 200.000

Rp. 350.000

Rp.350.000

Rp. 3. 500.000

L. DAFTAR PUSTAKA

Agustien, I.R. Helena, et al. 2004: Materi Pelatihan Terintegrasi Bahasa Inggris. Jakarta: Depdiknas

Depdiknas. 2007: Standar Kompetensi Lulusan Bahasa Inggris SMP-SBI. Jakarta: Depdiknas

Pusat Kurikulum. 2003. Kurikulum 2004: Standar Kompetensi Mata Pelajaran Bahasa Inggris. Jakarta: Depdiknas

Samsi Haryanto, et al. 2009: Handout Pelatihan Penelitian Tindakan Kelas.

Sukidin, et al. 2008. Manajemen Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Insan Cendekia

Wiratno, Tri. 2003. Kiat Menulis Karya Ilmiah dalam Bahasa Inggris, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Petty, T Walter and Julie M. Jensen. 1980. Developing Children Language, USA: Allyn and Bacon, Inc.